matrakab.com – Salah satu kota di Jawa Barat yang memiliki potensi akademik cukup besar adalah Cirebon. Kota ini merupakan rumah bagi sejumlah universitas negeri dan swasta terkemuka.

1. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon

Pemerintah Kota Cirebon mendirikan Akademi Teknik Kota Cirebon yang dikenal juga dengan nama ATKOP Cirebon pada tahun 1965. Sekolah teknik ini mempunyai dua jurusan yaitu Jurusan Arsitektur dan Jurusan Teknik Sipil. Akademi Teknik Kota Cirebon (ATKOP) berubah menjadi Akademi Teknik Kota Cirebon yang disebut juga ATKODYA Cirebon, seiring dengan perubahan sistem pemerintahan Kota Cirebon menjadi Kota Cirebon.

Setahun kemudian, Pemerintah Daerah Jawa Barat di Bandung mendirikan Akademi Teknik Pekerjaan Umum atau dikenal juga dengan Provinsi Tingkat I Jawa Barat dengan Jurusan Teknik Sipil. Alhasil, di Daerah Tingkat I Provinsi Jawa Barat, ATKOYA telah berdiri sebelum ATPU. Dengan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Jawa Barat tanggal 18 September 1967 No., kedudukan Akademi ditingkatkan. B. Akademi Teknik Kota Cirebon dimasukkan ke dalam ATPU Regional Provinsi Jawa Barat Tingkat I dan berganti nama menjadi ATPU Regional Provinsi Tingkat I Jawa Barat Cabang Cirebon. II-73/I-I/Pend/SK/67.

2. Universitas Nahdlatul Ulama

Cirebon, Jawa Barat, Indonesia adalah rumah bagi Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon (disingkat UNU Cirebon). Pada tanggal 16 September 2011, UNU Cirebon mendapat izin Dikti nomor 200/E/O/2011.

Kelompok sosial Nahdlatul Ulama di wilayah Cirebon antara lain Yayasan Cahaya Putra Bangsa Cirebon. UNU Cirebon didirikan oleh Yayasan Cahaya Putra Bangsa Cirebon. Aksi pertama yang dilakukan anggota Nahdlatul Ulama adalah dengan mendirikan universitas di kawasan Cirebon. Oleh karena itu, pendirian ini akan menandai awal kembalinya nahdliyyin di daerah tersebut dan berubah menjadi pusat unggulan untuk melatih pekerja berketerampilan tinggi yang akan melayani Kabupaten Cirebon, Kuningan, Indramayu, dan Majalengka.

3. Akademi Keperawatan Dharma Husada Cirebon

Yayasan Pendidikan Kesehatan dan Pelayanan Kedokteran (YPKPM) Dhamar Husada Cirebon membawahi sejumlah lembaga, termasuk AKPER Dharma Husada Cirebon. Merupakan institusi swasta pertama di wilayah Kota Cirebon yang menyelenggarakan pendidikan keperawatan.

Berdasarkan akta notaris Saal Bumela, SH No., Yayasan Pendidikan Kesehatan dan Pelayanan Kedokteran Dharma Husada Cirebon (YPKPM) didirikan pada tanggal 22 Maret 1995. 18 tanggal 22 Maret 1995, dengan nama awal YPKPM Dharma Husada Cirebon , dan yayasan tersebut disetujui sesuai dengan keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Hak Asasi Manusia Nomor AHU – 332 untuk Negara Republik Indonesia. AH. 01.04. pada tahun 2012. Akademi Keperawatan Dharma Husada Cirebon (AKPER) kemudian didirikan pada tanggal 8 Februari 1996 dengan SK SMA PGRI Plumbon No.

4. Universitas Swadaya Gunung Jati

Universitas Swadaya Gunung Jati terletak di Sunyaragi, Cirebon, Jawa Barat. Nama tokoh penyebar Islam dan dimakamkan di Cirebon, Sunan Gunung Jati, menjadi inspirasi nama perguruan tinggi swasta tersebut. Universitas Swadaya Gunung Jati didirikan secara resmi dengan tujuan membantu pemerintah daerah dalam melaksanakan pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.

Pada tanggal 16 Januari 1961 Universitas Swadaya Gunung Jati resmi berdiri. Untuk memungkinkan lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) Cirebon dapat melanjutkan pendidikan tinggi secara lokal daripada harus bepergian ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta, didirikanlah sebuah universitas swasta. Pada awal berdirinya Universitas Swadaya Gunung Jati, belum terdapat ruang kuliah khusus. Kampus permanen bekas SMA Garuda diakuisisi oleh universitas tersebut pada tahun 1967. Universitas Swadaya Gunung Jati didirikan hanya dengan dua fakultas: fakultas hukum dan ekonomi.

5. Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati

Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri di Cirebon disebut Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati (juga dikenal sebagai IAIN Syekh Nurjati dan dahulu STAIN Cirebon). Nama IAIN Cirebon diambil dari nama Syekh Nurjati yang juga dikenal dengan nama Syekh Datuk Kahfi yang merupakan seorang pelopor dalam bidang dakwah Islam di Cirebon. Saat ini, Prof. A Dr. H. M.Ag, Aan Jaelani. (2023-2027).

Perjuangan umat Islam Indonesia khususnya yang berada di Cirebon tidak lepas dari sejarah STAIN Cirebon. Umat ‚Äč‚ÄčIslam dianjurkan untuk menjadikan lembaga pendidikan sebagai salah satu garda terdepan dalam perjuangannya mengingat iklim sosial politik bangsa Indonesia pada awal tahun 1960an yang ditandai dengan bangkitnya ideologi komunis (PKI).

Berkaitan dengan hal tersebut, keberadaan perguruan tinggi Islam merupakan sebuah kebutuhan obyektif mengingat banyaknya lulusan lembaga-lembaga Islam seperti Madrasah dan Pesantren setingkat SMA yang ingin melanjutkan pendidikan serta perlunya pembinaan tenaga birokrasi. yang telah lama dilatih oleh hasil pendidikan kolonial yang tidak bisa dilaksanakan. memenuhi aspirasi umat Islam.